
Manega Kerinci - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci terus berupaya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berintegritas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar diskusi intensif antara Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Tim Penegak Disiplin Madrasah guna merumuskan strategi terbaru dalam meningkatkan kedisiplinan siswa.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja guru ini menghadirkan Aang Fajrin, S.Pd., selaku Guru BK, dan Priyoga Utama, M.Pd., yang merupakan perwakilan dari Tim Disiplin. Diskusi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penyelarasan persepsi dalam menangani berbagai dinamika perilaku siswa di sekolah agar tetap berada pada koridor tata tertib yang berlaku
.
Aang Fajrin, S.Pd., menekankan bahwa pendekatan bimbingan konseling harus mengedepankan sisi humanis. Menurutnya, kedisiplinan bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga tentang kesadaran diri. Ia berpendapat bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan siswa biasanya memiliki akar masalah yang perlu digali melalui pendekatan persuasif.
Di sisi lain, Priyoga Utama, M.Pd., dari Tim Disiplin menegaskan bahwa aturan tetap harus ditegakkan dengan tegas demi menjaga marwah madrasah. Ia menyampaikan bahwa pemberian sanksi yang terukur bertujuan untuk memberikan efek jera sekaligus edukasi bagi siswa lainnya, sehingga tercipta rasa keadilan di lingkungan sekolah.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi adalah kunci utama. Tim Disiplin bertugas memantau kepatuhan harian, sementara Guru BK berperan dalam memberikan pembinaan lanjutan bagi siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan pembagian peran yang jelas, diharapkan penanganan siswa menjadi lebih komprehensif.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah sinkronisasi data pelanggaran siswa. Priyoga Utama menyarankan agar setiap catatan ketidakhadiran atau keterlambatan segera dikoordinasikan dengan pihak BK agar langkah preventif, seperti pemanggilan orang tua atau konseling individu, dapat dilakukan lebih awal sebelum masalah menjadi lebih besar.
Aang Fajrin juga menambahkan bahwa pihaknya akan mulai menggalakkan program "Karakter Positif" sebagai langkah pencegahan. Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi siswa yang menunjukkan tingkat kedisiplinan tinggi, sehingga motivasi siswa untuk tertib tidak hanya muncul karena takut akan hukuman, tetapi karena keinginan untuk berprestasi.
Pihak Madrasah berharap melalui koordinasi antara Aang Fajrin dan Priyoga Utama ini, angka pelanggaran tata tertib di MAN 3 Kerinci dapat ditekan secara signifikan. Sinergi ini diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah dan mentalitas yang tangguh.
Diskusi ini juga menyepakati adanya evaluasi rutin setiap bulan untuk melihat sejauh mana efektivitas strategi yang telah diterapkan. Dengan adanya evaluasi ini, setiap kendala yang ditemukan di lapangan dapat segera dicarikan solusinya secara bersama-sama antara Tim Disiplin dan Guru BK.
Menutup rangkaian diskusi, kedua tenaga pendidik tersebut berkomitmen untuk menjadikan MAN 3 Kerinci sebagai madrasah yang ramah anak namun tetap menjunjung tinggi kedisiplinan. Keharmonisan antara penegakan aturan dan pembinaan mental menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas di Kabupaten Kerinci
|
371x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...