
Manega Kerinci - Kedisiplinan merupakan pilar utama dalam membentuk karakter siswa di lingkungan madrasah. MAN 3 Kerinci terus berkomitmen untuk meningkatkan standar ketertiban, terutama dalam hal ketepatan waktu hadir di sekolah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang kondusif dan profesional bagi seluruh civitas akademika.
Kepala Madrasah MAN 3 Kerinci, Ibu Tistiarni, S.Ag, M.PdI, menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar aturan formal, melainkan pondasi bagi kesuksesan siswa di masa depan. Beliau menyampaikan bahwa setiap menit yang terbuang akibat keterlambatan dapat memengaruhi ritme belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, pihak madrasah mulai menerapkan pengawasan yang lebih intensif di gerbang utama setiap paginya.
Menurut Ibu Tistiarni, pendidikan karakter di madrasah harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti hadir tepat waktu sebelum bel masuk berbunyi. Beliau berharap para siswa menyadari bahwa menghargai waktu adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan guru yang telah siap mengajar. "Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga memiliki integritas tinggi," ujarnya.
Senada dengan Kepala Madrasah, Waka Kesiswaan MAN 3 Kerinci, Bapak Askar, S.Pd, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skema pembinaan bagi siswa yang masih sering terlambat. Data kehadiran kini dicatat secara lebih mendetail untuk mengidentifikasi siswa mana saja yang membutuhkan perhatian khusus atau konseling terkait kendala perjalanan mereka menuju madrasah.
Bapak Askar menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan tetap bersifat edukatif. Bagi siswa yang terlambat, mereka tidak hanya diberikan sanksi administratif, tetapi juga diberikan pengarahan dan motivasi. Hal ini dilakukan agar siswa memahami konsekuensi dari tindakan mereka tanpa merasa tertekan secara mental, sehingga perubahan perilaku muncul dari kesadaran pribadi.
Selain pengawasan di gerbang, Bapak Askar juga berencana untuk melibatkan peran aktif guru piket dan wali kelas dalam memantau perkembangan kedisiplinan siswa. Komunikasi dengan orang tua siswa juga diperkuat untuk memastikan adanya sinkronisasi antara aturan di rumah dan di madrasah, mengingat faktor lingkungan keluarga sangat berpengaruh terhadap kebiasaan bangun pagi siswa.
Dalam beberapa pekan terakhir, tingkat keterlambatan di MAN 3 Kerinci dilaporkan mulai menunjukkan tren menurun. Hal ini tidak lepas dari konsistensi para pendidik dalam memberikan contoh nyata. Para guru di MAN 3 Kerinci berusaha hadir lebih awal guna menjadi teladan atau role model bagi para siswa, sehingga tercipta budaya disiplin yang menyeluruh.
Pihak madrasah juga memberikan apresiasi kepada siswa yang menunjukkan tingkat kehadiran sempurna dan selalu tepat waktu. Pemberian penghargaan kecil ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi positif di antara siswa lainnya untuk berlomba-lomba dalam hal kebaikan dan ketertiban selama menempuh pendidikan.
Program peningkatan disiplin ini juga mencakup evaluasi terhadap faktor-faktor eksternal, seperti kendala transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari lokasi madrasah. Ibu Tistiarni dan Bapak Askar terus mencari solusi bersama agar kendala geografis tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk tetap disiplin dan mendapatkan hak pendidikan mereka secara utuh.
Sebagai penutup, MAN 3 Kerinci berharap melalui penguatan disiplin ini, lulusan madrasah nantinya akan menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi dunia kerja maupun perguruan tinggi. Kedisiplinan yang ditempa sejak bangku madrasah diharapkan menjadi identitas yang melekat kuat pada diri setiap alumni MAN 3 Kerinci di manapun mereka berada.
|
442x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...