
Manega - Kerinci Suasana khidmat menyelimuti Mushola MAN 3 Kerinci pada Jumat pagi. Ratusan siswa beserta majelis guru berkumpul untuk melaksanakan rutinitas yasinan bersama. Kegiatan mingguan ini terasa lebih spesial dengan kehadiran tokoh agama kharismatik, Buya Abdul Aziz, yang hadir memberikan siraman rohani mengenai pentingnya menjaga adab bagi seorang penuntut ilmu.
Dalam tausiyahnya, Buya Abdul Aziz mengawali dengan mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual tanpa didasari oleh akhlak yang mulia akan menjadi sia-sia. Beliau menekankan bahwa adab harus ditempatkan di atas ilmu. Menurutnya, seorang siswa yang memiliki adab baik akan lebih mudah menyerap keberkahan dari setiap pelajaran yang diberikan oleh Bapak dan Ibu guru di sekolah.
Buya juga menyoroti fenomena degradasi moral di era digital yang mulai merambah ke dunia pendidikan. Ia berpesan agar para siswa MAN 3 Kerinci tidak hanya mengejar nilai angka di atas kertas, tetapi juga menjaga lisan dan perbuatan, baik kepada orang tua, guru, maupun sesama teman. Baginya, perilaku yang santun adalah cerminan dari hati yang bersih.
Di tengah penyampaiannya, Buya Abdul Aziz mengutip sebuah kaidah penting: "Al-Adabu Fauqal 'Ilmi", yang berarti adab itu lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu. Beliau menceritakan kisah para ulama besar terdahulu yang menghabiskan waktu puluhan tahun hanya untuk mempelajari adab sebelum akhirnya mereka fokus mendalami ilmu fiqih maupun hadis.
Secara spesifik, Buya mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga tata krama saat berada di dalam kelas maupun di lingkungan mushola. Ia menyayangkan jika ada siswa yang masih berbicara saat ayat-ayat suci Al-Qur'an dilantunkan atau saat guru sedang memberikan penjelasan. Menurutnya, hal-hal kecil
seperti itulah yang menentukan sejauh mana ilmu seseorang akan bermanfaat di masa depan.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai role model utama dalam bertingkah laku. Dengan mengikuti sunnah Nabi dalam keseharian, Buya meyakini bahwa siswa MAN 3 Kerinci akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi teladan di tengah masyarakat sekitarnya.
Kegiatan yasinan bersama ini merupakan agenda rutin madrasah guna memperkuat spiritualitas siswa. Namun, kehadiran Buya Abdul Aziz memberikan energi baru bagi pihak sekolah. Kepala MAN 3 Kerinci menyambut baik pesan-pesan tersebut sebagai upaya sinkronisasi antara kurikulum pendidikan formal dan pembentukan karakter islami yang kokoh.
Para siswa tampak menyimak dengan penuh perhatian saat Buya memaparkan bahwa doa guru adalah kunci sukses yang sering dilupakan. Beliau meminta para siswa untuk selalu memuliakan guru mereka, karena rida guru merupakan jalan setapak menuju keberhasilan dunia dan akhirat. Tanpa rida guru, ilmu yang didapat mungkin akan menguap begitu saja tanpa memberi manfaat.
Di akhir tausiyahnya, Buya Abdul Aziz memimpin doa bersama dengan sangat menyentuh. Ia memohon kepada Allah SWT agar para siswa MAN 3 Kerinci diberikan ketetapan hati untuk selalu berada di jalan yang benar dan dijauhkan dari segala pengaruh negatif lingkungan yang dapat merusak masa depan mereka sebagai tunas bangsa.
Acara kemudian ditutup dengan mushafahah atau bersalam-salaman antara siswa dan dewan guru. Aura positif terpancar dari wajah para siswa yang tampak terinspirasi oleh pesan-pesan mendalam yang disampaikan. Harapannya, semangat untuk memperbaiki adab ini tidak hanya berhenti di Mushola, tetapi terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
|
338x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...