
Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama Republik Indonesia mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan bulan puasa sebagai momen memperkuat kesalehan sosial dan menjaga harmoni kebangsaan. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.
Menteri Agama menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah individu, tetapi juga merupakan kesempatan untuk melakukan transformasi sosial. Beberapa poin utama yang ditekankan dalam pesannya antara lain pentingnya solidaritas tanpa batas melalui zakat, infak, dan sedekah, menjaga moderasi beragama dengan menghargai perbedaan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta membersihkan jiwa dengan menjauhi narasi perpecahan dan hoaks.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci, Hj. Tistiarni, S.Ag, M.PdI, mengajak seluruh keluarga besar madrasah untuk mengimplementasikan pesan Menteri Agama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai madrasah spiritual yang tidak hanya membentuk pribadi yang saleh, tetapi juga meningkatkan kepekaan sosial dan kemampuan menjaga harmoni di tengah keberagaman.
"Ramadan 1447 H ini harus kita jadikan madrasah spiritual. Sesuai ajakan Bapak Menteri Agama, kami di MAN 3 Kerinci akan fokus pada penguatan karakter siswa agar tidak hanya saleh secara pribadi, tapi juga peka secara sosial dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman," ujar Hj. Tistiarni dalam arahannya.
Untuk mendukung hal tersebut, MAN 3 Kerinci telah menyiapkan berbagai program selama bulan Ramadan. Di antaranya adalah Pesantren Ramadan yang berfokus pada pendalaman kitab dan pembentukan akhlakul karimah, program Madrasah Berbagi yang merupakan gerakan sosial siswa untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan, serta Kultum Moderasi yang bertujuan mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai agama.
Hj. Tistiarni berharap, sinergi antara arahan dari pemerintah pusat dan pelaksanaan di tingkat daerah dapat melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual, rendah hati, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kebangsaan. Ia juga menekankan pentingnya peran pendidikan dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sosial.
"Semoga ibadah kita tahun ini membawa keberkahan bagi bangsa, khususnya bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kerinci," tutup Hj. Tistiarni. Dengan berbagai upaya ini, diharapkan Ramadan 1447 H dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, toleransi, dan persatuan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.
|
389x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...