
Manega Kerinci - Bulan suci Ramadhan, suasana religius semakin terasa di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci. Berbagai kegiatan keagamaan digelar untuk menyambut bulan penuh berkah ini. Salah satu momen penting adalah tausiyah singkat yang disampaikan oleh Buya Abdul Malik, S.Sos.I., seorang tenaga pendidik di MAN 3 Kerinci. Dalam ceramahnya, Buya Abdul Malik menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, melainkan merupakan proses pembentukan karakter menuju derajat taqwa.
Buya Abdul Malik menjelaskan bahwa inti dari ibadah puasa adalah pengendalian diri secara menyeluruh. Ia memaparkan bahwa puasa merupakan "madrasah" tahunan yang melatih kejujuran, kesabaran, dan empati. "Puasa adalah rahasia antara hamba dan Sang Khaliq. Seseorang bisa saja makan di tempat tersembunyi, namun ia tidak melakukannya karena merasa diawasi Allah. Inilah benih muraqabah (merasa diawasi) yang menjadi pondasi ketaqwaan," ujar Buya.
Lebih lanjut, Buya Abdul Malik mengutip Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan bahwa tujuan utama diwajibkannya puasa adalah agar umat Muslim menjadi pribadi yang bertaqwa (la’allakum tattaquun). Ia menyoroti beberapa poin penting dalam proses transformasi menuju insan bertaqwa. Pertama, pembersihan jiwa atau tazkiyatun nafs, yaitu mengikis sifat-sifat tercela seperti sombong, kikir, dan dengki. Kedua, solidaritas sosial, di mana umat Muslim diajak merasakan penderitaan kaum dhuafa melalui rasa lapar sehingga tumbuh kepedulian untuk berbagi. Ketiga, kedisiplinan spiritual, yakni membiasakan diri menjaga lisan, pandangan, dan perbuatan dari hal-hal yang sia-sia.
Dalam penutup tausiyahnya, Buya Abdul Malik mengajak seluruh keluarga besar MAN 3 Kerinci serta masyarakat umum untuk tidak menjadikan Ramadhan sekadar rutinitas tahunan. Ia berharap agar bulan suci ini benar-benar menjadi momentum perubahan diri. "Kita ingin lulus dari bulan Ramadhan ini dengan membawa 'ijazah' taqwa. Artinya, setelah Ramadhan usai, kualitas ibadah dan akhlak kita tetap terjaga, bahkan meningkat," pungkasnya.
Tausiyah ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para siswa, guru, dan masyarakat sekitar MAN 3 Kerinci untuk memaknai Ramadhan sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri. Dengan demikian, nilai-nilai taqwa yang diperoleh selama Ramadhan dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
|
334x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...