
Manega Kerinci - Pakar tafsir Al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak seharusnya hanya menjadi seremoni sejarah semata. Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengajak umat Islam untuk menggali makna mendalam dari Al-Qur’an sebagai "syifa" atau penawar bagi penyakit hati dan perpecahan sosial, demi mewujudkan perdamaian sejati di tengah masyarakat.
Quraish Shihab menyoroti bahwa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap sebagai jawaban atas persoalan manusia dengan penuh kebijaksanaan. Ia menekankan bahwa pesan utama Al-Qur’an adalah penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, tanpa membedakan latar belakang atau perbedaan yang ada di antara manusia. Menurutnya, Al-Qur’an hadir sebagai jembatan persatuan yang mampu merangkul keragaman.
Dalam menyikapi perbedaan pendapat, Quraish Shihab mengajak umat untuk meneladani cara Al-Qur’an berkomunikasi, yakni dengan mengedepankan dialog yang santun atau "qaulan layyina". Ia menilai pentingnya dialog terbuka dan penuh kasih sayang sebagai kunci menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam.
Lebih lanjut, Quraish Shihab menegaskan bahwa persatuan bukan berarti penyeragaman, melainkan kemampuan untuk berjalan bersama dalam keragaman dengan dasar kasih sayang atau rahmah. Ia juga menyoroti spirit "iqra" atau perintah membaca dalam Nuzulul Qur’an, yang menurutnya tidak hanya berarti membaca teks, tetapi juga membaca situasi sosial untuk menghadirkan solusi bagi kedamaian bangsa.
"Al-Qur’an turun untuk mempersatukan yang tercerai-berai. Jika setelah membaca Al-Qur’an kita justru menjauh dari sesama, maka ada yang perlu diperbaiki dalam cara kita memahaminya," ujar Quraish Shihab, penulis Tafsir Al-Misbah.
Di era modern yang penuh tantangan, Quraish Shihab mengingatkan pentingnya memulai perdamaian dari dalam diri sendiri. Dengan memahami pesan Al-Qur’an secara moderat atau wasathiyyah, umat Islam diharapkan dapat menjadi pelopor ketenangan dan perdamaian di tengah dinamika kehidupan masa kini.
Ia menutup pesannya dengan harapan agar umat Islam tidak hanya mahir membaca teks Al-Qur’an, tetapi juga mampu "membaca" kondisi sosial di sekitarnya, seperti memahami dan membantu tetangga yang sedang mengalami kesulitan. Dengan demikian, kehadiran wahyu Al-Qur’an benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam.
|
253x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...