
Manega Kerinci - Menjelang kelulusan, siswa-siswi kelas XII MAN 3 Kerinci mengikuti Ujian Praktik Ibadah sebagai salah satu syarat kelulusan serta bentuk evaluasi kemampuan dakwah. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di lingkungan madrasah dan dipantau langsung oleh para guru penguji serta Kepala Madrasah, Tiatiarni, S.Ag, M.PdI.
Ujian praktik tahun ini menekankan pada kemampuan public speaking bernuansa Islami. Siswa laki-laki diwajibkan mempraktikkan Khutbah Jumat, sementara siswi perempuan menampilkan kemampuan dalam Kultum (Kuliah Tujuh Menit). Kedua bentuk ujian ini bertujuan mengasah keterampilan berbicara di depan umum dengan materi keislaman yang relevan.
Kepala MAN 3 Kerinci, Tiatiarni, S.Ag, M.PdI, menjelaskan bahwa ujian ini tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga sebagai bekal nyata bagi siswa saat terjun ke masyarakat. Ia menegaskan pentingnya lulusan MAN 3 Kerinci untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menjadi pelopor syiar Islam di tengah masyarakat. "Kemampuan berkhutbah bagi laki-laki dan berkultum bagi perempuan adalah keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan di lingkungan sosial maupun keluarga," ujar Tiatiarni dalam arahannya.
Selama ujian berlangsung, suasana dibuat menyerupai pelaksanaan khutbah dan kultum yang sesungguhnya. Siswa laki-laki tampil dengan busana muslim rapi di atas mimbar, mempraktikkan rukun-rukun khutbah dengan intonasi dan penguasaan materi yang baik. Sementara itu, siswi perempuan menyampaikan kultum dengan berbagai tema, seperti akhlak, pentingnya menuntut ilmu, dan bakti kepada orang tua.
Penilaian dalam ujian praktik ini meliputi beberapa aspek penting, di antaranya kefasihan dalam membaca ayat suci Al-Qur'an dan hadits (fasahah), kemampuan menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik (retorika), sikap dan penampilan saat berada di atas mimbar atau podium (adab), serta kesesuaian pelaksanaan rukun khutbah khusus bagi siswa laki-laki.
Para siswa mengaku antusias mengikuti ujian ini meskipun sempat merasa gugup. Salah satu siswa kelas XII menyampaikan, "Ujian ini sangat menantang, tapi sangat bermanfaat agar kami tidak canggung lagi kalau nanti diminta mengisi kegiatan di masjid atau acara warga di kampung halaman."
Dengan terlaksananya ujian praktik khutbah dan kultum ini, MAN 3 Kerinci optimis dapat melahirkan generasi muda yang religius, percaya diri, dan mampu menjadi panutan di tengah masyarakat Bumi Sakti Alam Kerinci. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran lulusan madrasah sebagai agen perubahan positif di lingkungan sekitar.
|
745x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...