
Manega Kerinci - Keluarga besar MAN 3 Kerinci tengah diliputi suasana duka setelah salah satu siswanya, Maswanto, kehilangan ayah tercinta. Sebagai wujud empati dan solidaritas, jajaran pimpinan, majelis guru, staf tata usaha, serta perwakilan siswa MAN 3 Kerinci melakukan kunjungan takziah ke kediaman Maswanto di Kerinci.
Rombongan takziah dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Tiatiarni, S.Ag, M.PdI. Kehadiran mereka di rumah duka bertujuan memberikan dukungan moral dan doa bagi almarhum serta keluarga yang ditinggalkan. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian madrasah terhadap warganya yang sedang menghadapi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Tiatiarni menyampaikan belasungkawa yang mendalam mewakili seluruh keluarga besar MAN 3 Kerinci. Ia memberikan penguatan kepada Maswanto agar tetap tabah dan tegar dalam menghadapi cobaan ini. "Kami semua di MAN 3 Kerinci turut merasakan duka yang mendalam atas kepergian ayahanda dari anak kita, Maswanto. Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan agar Maswanto dan keluarga diberikan kesabaran. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujar Tiatiarni dengan penuh khidmat.
Acara di rumah duka diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipandu oleh salah satu guru agama MAN 3 Kerinci. Suasana haru terasa ketika seluruh rombongan bersama keluarga mendoakan agar amal ibadah almarhum diterima dan segala khilafnya diampuni. Doa bersama ini menjadi salah satu tradisi yang kerap dilakukan sebagai bentuk dukungan spiritual bagi keluarga yang berduka.
Selain dukungan spiritual, pihak madrasah juga memberikan santunan kepada keluarga Maswanto. Santunan ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang rutin dilakukan setiap kali ada anggota keluarga besar madrasah yang tertimpa musibah. Hal ini menunjukkan bahwa MAN 3 Kerinci tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai lingkungan yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
Pihak sekolah berharap Maswanto tetap semangat dalam melanjutkan pendidikannya meskipun sedang dalam masa berduka. Guru-guru dan teman-teman sekelas berjanji akan terus memberikan dukungan agar Maswanto dapat melewati masa sulit ini dengan baik. Dukungan moral dari lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu Maswanto untuk tetap fokus dan berprestasi di sekolah.
Kunjungan takziah ditutup dengan bersalaman dan ungkapan duka dari seluruh rombongan kepada keluarga Maswanto sebelum mereka kembali ke madrasah. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kepedulian di lingkungan MAN 3 Kerinci terus terjaga, terutama saat salah satu warganya sedang menghadapi kesedihan.
|
428x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...