
Manega Kerinci – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026 menjadi momentum krusial bagi dunia pendidikan di Indonesia. Di tengah pesatnya arus digitalisasi, muncul usulan kuat untuk melakukan revitalisasi terhadap filosofi Panca Dharma yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.
Langkah ini dinilai sebagai jawaban atas tantangan degradasi moral dan hilangnya jati diri bangsa di era teknologi. Revitalisasi Panca Dharma dipandang perlu agar pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang mahir secara teknis, tetapi juga teguh secara filosofis.
Menghidupkan Kembali Lima Pilar Pendidikan
Filosofi Panca Dharma yang terdiri dari Kodrat Alam, Kemerdekaan, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan, diusulkan untuk diintegrasikan kembali secara lebih mendalam ke dalam kurikulum nasional.
Kodrat Alam: Menyelaraskan pendidikan dengan potensi lokal dan bakat alami siswa.
Kemerdekaan: Membentuk mental siswa yang mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.
Kebudayaan: Memastikan teknologi tidak mencabut siswa dari akar budaya luhur.
Kebangsaan: Menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah persaingan global.
Kemanusiaan: Menempatkan etika di atas segala kecerdasan buatan.
Relevansi di Era Digital
MAN 3 Kerinci (Manega) turut memaknai Hardiknas tahun ini dengan merefleksikan nilai-nilai tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Pendidikan yang inklusif dan berkualitas—seperti yang ditekankan oleh pemerintah belakangan ini—harus berpijak pada karakter yang kuat.
"Revitalisasi Panca Dharma bukan berarti kita mundur ke masa lalu, melainkan mengambil kompas moral yang tepat untuk melangkah ke masa depan," ujar salah satu praktisi pendidikan di lingkungan madrasah.
Sinergi untuk Masa Depan
Peringatan Hardiknas 2026 ini juga menekankan bahwa tugas mendidik bukan hanya di pundak guru, melainkan sebuah kolaborasi besar antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat. Sesuai dengan semangat Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, para pendidik diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pendorong kreativitas siswa.
Dengan revitalisasi nilai-nilai dasar ini, diharapkan pendidikan Indonesia pada tahun 2026 mampu mencetak generasi emas yang cerdas secara digital namun tetap beradab dan berjiwa nasionalis
|
21x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...