
Manega Kerinci - Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, suasana berbeda tampak di MAN 3 Kerinci. Jika biasanya upacara dilaksanakan dengan seragam dinas harian, kali ini seluruh guru dan staf pegawai tampil anggun mengenakan busana adat Melayu lengkap. Guru perempuan mengenakan baju kurung, sedangkan guru laki-laki memakai baju teluk belanga lengkap dengan kain samping.
Inisiatif ini menambah kekhidmatan upacara sekaligus mempertegas identitas budaya lokal di tengah perayaan nasional. Kehadiran busana adat pada momen penting ini menjadi simbol penghormatan terhadap tradisi dan warisan budaya daerah. Selain itu, hal ini juga menjadi bentuk edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya di era modern.
Kepala MAN 3 Kerinci, Hj. Tistiarni, S.Ag, M.PdI, menjelaskan bahwa penggunaan busana adat bukan sekadar formalitas, melainkan instruksi bermakna untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya daerah kepada para siswa. "Di Hari Pendidikan Nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dengan mengenakan baju Melayu, kita mengajarkan kepada siswa bahwa menjadi generasi modern yang cerdas harus tetap berpijak pada akar budaya dan etika ketimuran," ujar Hj. Tistiarni.
Upacara Hardiknas di MAN 3 Kerinci tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pendidikan berbasis karakter dan budaya. Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai budaya lokal dapat terus hidup dan menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Selain itu, upaya ini juga diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan siswa terhadap identitas daerah mereka di tengah arus globalisasi.
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...