
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk merumuskan konsep kurikulum ekoteologi. Permintaan ini disampaikan dalam upaya memperkuat peran pendidikan tinggi keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.
Menurut Yaqut, isu lingkungan saat ini menjadi perhatian global dan membutuhkan kontribusi nyata dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. Ia menilai, PTKN memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran dan pemahaman ekoteologi di tengah masyarakat melalui kurikulum yang relevan.
"Saya minta PTKN segera merumuskan konsep kurikulum ekoteologi yang dapat diterapkan di lingkungan kampus. Kurikulum ini penting untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dari perspektif keagamaan," ujar Yaqut dalam pernyataannya.
Ekoteologi merupakan kajian yang mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan pelestarian lingkungan. Dengan adanya kurikulum ekoteologi, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami aspek teologis, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam menjaga lingkungan hidup.
Kementerian Agama menilai, langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. PTKN diharapkan dapat menjadi pelopor dalam pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan aspek keagamaan dan lingkungan.
Upaya ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan dan mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan ekologi di masa depan.
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...