
Manega Kerinci - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak sekadar menjadi ajang kompetisi keagamaan atau keindahan melantunkan ayat-ayat suci. Lebih dari itu, MTQ merupakan momentum strategis untuk mendalami nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pemandu utama dalam pembentukan akhlak mulia dan karakter bangsa.
Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh ulama nasional dan Duta Perdamaian Dunia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA. Beliau menyampaikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an yang digaungkan melalui MTQ harus mampu diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki keagungan moral dan keluhuran budi pekerti.
Pesan ini selaras dengan semangat modernisasi dan pendidikan karakter di lingkungan madrasah, di mana Al-Qur’an senantiasa dijadikan benteng moral dan sumber inspirasi dalam menuntut ilmu, berinovasi, serta merawat toleransi.
Dalam pandangannya, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas moral di era modern.
"MTQ bukan hanya panggung perlombaan seni membaca Al-Qur’an, melainkan wahana untuk membumikan nilai-nilai ilahi. Al-Qur’an adalah petunjuk terbaik dalam membentuk akhlakul karimah. Di tengah arus perubahan zaman, kedekatan kita dengan Al-Qur’an akan menjadi fondasi yang kokoh dalam membangun peradaban yang beradab, damai, dan berakhlak mulia," ungkap Prof. Nasaruddin Umar.
Aspirasi dan ajakan untuk membumikan Al-Qur’an ini menjadi inspirasi besar bagi seluruh insan pendidikan keagamaan di Indonesia untuk terus membimbing generasi muda agar tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berilmu, dan berakhlak mulia.
Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi kemenag.go.id/layanan. Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.
|
28x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...