
Manega Kerinci - Kabar duka yang menyelimuti keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci memicu gelombang empati dari seluruh warga madrasah. Sebagai bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan yang mendalam, para siswa berinisiatif menggelar aksi pengumpulan infaq berupa beras dan bantuan materi untuk meringankan beban keluarga salah satu Guru yang berpulang ke Rahmatullah.
Aksi kemanusiaan ini dimotori oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) yang bergerak cepat sesaat setelah mendengar kabar duka tersebut. Sejak pagi hari, para siswa nampak antusias membawa kantong-kantong beras dari rumah masing-masing untuk dikumpulkan di titik koordinasi sekolah sebelum nantinya diserahkan langsung kepada pihak keluarga almarhum.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Abdul Aziz, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bentuk penguatan mental bagi keluarga yang ditinggalkan. Menurutnya, solidaritas ini menunjukkan bahwa setiap siswa di MAN 3 Kerinci adalah bagian dari satu keluarga besar yang saling merasakan kesedihan satu sama lain.
"Kami ingin menanamkan nilai-nilai karakter dan empati kepada para siswa. Melalui infaq beras ini, mereka belajar bahwa pendidikan tidak hanya soal angka di atas kertas, tetapi juga soal bagaimana kita hadir dan peduli saat saudara kita sedang mengalami masa sulit," ujar Abdul Aziz saat memantau jalannya pengumpulan bantuan.
Di tempat terpisah, Kepala MAN 3 Kerinci, Tistiarni, S.Ag, M.PdI., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif dan kemandirian para siswa. Beliau menegaskan bahwa madrasah sangat mendukung penuh setiap kegiatan sosial yang mampu memupuk rasa kemanusiaan dan ukhuwah islamiyah di lingkungan pendidikan.
Beliau juga menambahkan bahwa santunan ini merupakan wujud nyata dari visi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial yang tinggi. Tistiarni berharap bantuan yang terkumpul dapat menjadi pelipur lara dan membantu kebutuhan pokok keluarga almarhum dalam beberapa waktu ke depan.
Proses penyerahan bantuan direncanakan akan dilakukan oleh perwakilan guru dan pengurus OSIM dengan mendatangi langsung rumah duka. Selain beras, bantuan berupa uang tunai yang dikumpulkan secara sukarela dari guru dan staf juga akan diserahkan sebagai santunan duka cita untuk membantu biaya pemakaman atau tahlilan.
Suasana haru sempat menyelimuti halaman madrasah saat doa bersama dipanjatkan untuk almarhum sebelum pemberangkatan tim penyalur bantuan. Seluruh siswa nampak tertunduk khidmat, mendoakan agar rekan mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Pihak madrasah berharap tradisi baik seperti ini terus terjaga dan menjadi budaya yang melekat pada diri setiap alumni MAN 3 Kerinci. Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah akan pentingnya saling tolong-menolong tanpa memandang latar belakang, terutama di saat menghadapi musibah.
Aksi solidaritas ini diakhiri dengan keberangkatan rombongan menuju kediaman almarhum. Dengan adanya gerakan kecil namun nyata ini, MAN 3 Kerinci membuktikan bahwa sinergi antara guru dan siswa dalam menebar kebaikan dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama di tengah kedukaan.
|
338x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...