
Manega Kerinci - Sebagai bentuk rasa empati dan solidaritas yang tinggi, keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci melaksanakan kegiatan takziah ke kediaman salah satu guru yang sedang berduka. Kegiatan ini merupakan agenda rutin madrasah dalam menjaga silaturahmi dan memberikan dukungan moril kepada sesama anggota keluarga besar MAN 3 Kerinci.
Kepala MAN 3 Kerinci, Ibu Tistiarni, S.Ag, M.PdI., memimpin langsung rombongan takziah tersebut. Kehadiran beliau didampingi oleh seluruh jajaran Wakil Kepala Madrasah, majelis guru, serta staf tata usaha. Kehadiran rombongan dalam jumlah besar ini menunjukkan betapa kuatnya rasa kekeluargaan yang terjalin di lingkungan kerja madrasah tersebut.
Dalam sambutannya, Ibu Tistiarni menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga guru tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa setiap ujian kehilangan adalah ketetapan dari Allah SWT yang harus diterima dengan penuh kesabaran dan keikhlasan oleh setiap hamba-Nya.
"Kami hadir di sini bukan sekadar menjalankan tradisi, melainkan untuk memberikan kekuatan dan doa. Beban yang dirasakan oleh rekan kami adalah beban kami juga. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," ujar Ibu Tistiarni di hadapan ahli musibah.
Kegiatan takziah ini juga diisi dengan pembacaan surah Yasin secara bersama-sama yang dipandu oleh salah satu guru agama MAN 3 Kerinci. Suasana khidmat menyelimuti rumah duka saat lantunan doa-doa dipanjatkan untuk almarhum agar diampuni segala dosanya dan diterima segala amal ibadahnya.
Setelah pembacaan Yasin, acara dilanjutkan dengan tausiyah singkat atau penyampaian kata-kata penghiburan. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan semua yang hadir akan hakikat kematian dan pentingnya mempersiapkan diri, sekaligus memotivasi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tegar dalam menghadapi cobaan.
Para Wakil Kepala Madrasah yang hadir juga tampak berbaur dengan keluarga duka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa struktur kepemimpinan di MAN 3 Kerinci sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan tidak membatasi diri dalam hubungan sosial di luar jam kedinasan.
Interaksi yang hangat antara guru dan pegawai dalam kegiatan ini semakin mempererat tali persaudaraan. Selain memberikan doa, keluarga besar MAN 3 Kerinci juga memberikan bantuan sebagai bentuk santunan duka yang dikumpulkan secara kolektif dari seluruh warga madrasah.
Ibu Tistiarni berharap kegiatan seperti ini terus dipertahankan sebagai ciri khas budaya organisasi di MAN 3 Kerinci. Menurutnya, kecerdasan intelektual di madrasah harus dibarengi dengan kecerdasan sosial dan emosional, salah satunya melalui kepedulian terhadap sesama rekan kerja.
Acara takziah ditutup dengan bersalam-salaman dan pemberian dukungan semangat secara personal kepada guru yang bersangkutan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan beban psikologis yang dirasakan keluarga duka dapat sedikit berkurang karena merasa memiliki dukungan penuh dari lingkungan tempatnya mengabdi.
|
344x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...