
Manega Kerinci - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam tertib administrasi dan percepatan transformasi digital. Di bawah koordinasi yang intensif, laporan Sistem Informasi Sarana Prasarana (SIMSARPRAS) Kementerian Agama untuk tahun anggaran ini telah resmi mencapai status pengajuan 100 persen tanpa kendala berarti.
Kepala Madrasah MAN 3 Kerinci, Ibu Tistiarni, S.Ag, M.PdI., menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Menurut beliau, ketepatan waktu dalam penginputan data sarana dan prasarana merupakan kunci utama bagi madrasah untuk mendapatkan dukungan fasilitas yang optimal dari pusat. "Ini adalah hasil kerja keras tim yang solid," ujarnya saat ditemui di ruang kerja.
Beliau menambahkan bahwa SIMSARPRAS bukan sekadar rutinitas pelaporan, melainkan instrumen penting dalam memetakan kebutuhan riil madrasah. Dengan data yang akurat, pemerintah pusat dapat melihat gambaran nyata kondisi infrastruktur di MAN 3 Kerinci, mulai dari ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas penunjang lainnya.
Di sisi teknis, Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Waka Sapras), Bapak Raduan Hasan, memainkan peran vital dalam memverifikasi setiap detail aset yang dilaporkan. Ia memastikan bahwa setiap data fisik yang ada di lapangan sinkron dengan data digital yang diunggah ke dalam sistem aplikasi milik Kementerian Agama tersebut.
"Kami melakukan kroscek berulang kali terhadap kondisi bangunan dan inventaris barang. Hal ini penting agar tidak ada tumpang tindih data dan memastikan bahwa apa yang kita ajukan memang menjadi prioritas pengembangan madrasah ke depan," jelas Bapak Raduan Hasan mengenai proses verifikasi internal.
Keberhasilan teknis ini juga tidak lepas dari peran Rahmadona Putri selaku Operator SIMSARPRAS MAN 3 Kerinci. Sebagai ujung tombak digital, ia bergerak cepat mengunggah dokumen, foto pendukung, serta rincian teknis lainnya ke dalam platform sebelum batas waktu yang ditentukan oleh Kanwil Kemenag.
Rahmadona mengungkapkan bahwa proses penginputan tahun ini berjalan cukup lancar meski membutuhkan ketelitian ekstra. Berkat koordinasi yang baik dengan pimpinan dan staf lainnya, kendala teknis dapat diatasi dengan segera, sehingga progres pengajuan bisa mencapai angka maksimal yakni 100 persen lebih awal dari tenggat waktu.
Pencapaian ini mendapat apresiasi positif dari lingkungan internal madrasah. Dengan tuntasnya pelaporan ini, MAN 3 Kerinci berharap usulan-usulan perbaikan maupun pengadaan sarana baru dapat segera diproses, guna menunjang kegiatan belajar mengajar yang lebih nyaman dan modern bagi para siswa.
Ibu Tistiarni menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip utama dalam pengelolaan sarana prasarana. "Kami ingin memastikan bahwa setiap aset negara di madrasah ini tercatat dengan baik dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mencetak generasi hebat bermartabat," tegas Kepala Madrasah.
Menutup laporan ini, manajemen MAN 3 Kerinci berkomitmen untuk terus mempertahankan ritme kerja yang disiplin ini. Langkah ini diharapkan menjadi motivasi bagi unit kerja lainnya untuk selalu proaktif dalam menanggapi kebijakan digitalisasi yang sedang digalakkan oleh Kementerian Agama RI di seluruh penjuru negeri.
|
375x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...