
Manega Kerinci – MAN 3 Kerinci kembali menggelar rutinitas apel pagi sebagai upaya penguatan karakter siswa. Dalam kesempatan kali ini, Bapak Fudhel, S.Pd.I bertindak sebagai pembina apel. Di hadapan ratusan siswa dan jajaran tenaga pendidik, beliau menyampaikan amanat penting mengenai urgensi kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam meraih keberhasilan akademik maupun non-akademik.

Bapak Fudhel mengawali arahannya dengan menyoroti bahwa kedisiplinan bukan sekadar aturan yang membelenggu, melainkan sebuah bentuk pembiasaan. Menurut beliau, karakter seseorang tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui tindakan-tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap harinya. Beliau mengajak seluruh siswa untuk melihat disiplin waktu dan tata tertib sebagai kebutuhan, bukan beban.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pembiasaan disiplin di lingkungan sekolah merupakan simulasi nyata untuk menghadapi dunia luar yang lebih kompetitif. Beliau memperingatkan bahwa ketidakteraturan dalam belajar dan berorganisasi akan berdampak pada kualitas diri di masa depan. "Barangsiapa yang tidak mau merasakan lelahnya belajar saat muda, maka ia harus siap menanggung perihnya kebodohan di masa tua," tegasnya mengutip pepatah bijak.
Dalam poin inti amanatnya, Fudhel, S.Pd.I juga menyoroti aspek kesungguhan dalam menuntut ilmu. Beliau mengingatkan para siswa agar tidak hanya sekadar hadir secara fisik di kelas, tetapi juga hadir secara pikiran dan hati. Menuntut ilmu memerlukan konsentrasi penuh dan niat yang tulus agar setiap materi yang disampaikan guru dapat terserap dengan maksimal.
Beliau juga menambahkan bahwa ilmu yang berkah didapatkan melalui adab dan keseriusan. Tanpa adanya kesungguhan, ilmu hanya akan menjadi tumpukan informasi yang tidak memiliki daya guna bagi masyarakat. Beliau berharap para siswa menjadi generasi yang haus akan pengetahuan dan memiliki semangat juang yang tinggi dalam mengejar cita-cita.
Selain kepada siswa, Bapak Fudhel juga memberikan pesan kepada rekan-rekan pendidik untuk terus menjadi teladan dalam kedisiplinan. Menurutnya, keteladanan adalah metode pendidikan yang paling efektif. Jika para guru mampu menunjukkan dedikasi dan ketepatan waktu, maka siswa akan lebih mudah terinspirasi untuk mengikuti jejak positif tersebut.
Menutup amanatnya, beliau meminta seluruh peserta apel untuk melakukan evaluasi diri atas pencapaian mereka sejauh ini. Beliau mendorong adanya perubahan sikap yang signifikan, mulai dari hal terkecil seperti menjaga kebersihan kelas hingga ketepatan waktu masuk sekolah. Transformasi karakter ini diharapkan mampu membawa nama baik sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.
Apel pagi tersebut diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh beliau. Suasana khidmat menyelimuti lapangan saat para siswa membubarkan diri menuju ruang kelas masing-masing dengan semangat baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar dengan lebih disiplin dan bersungguh-sungguh.
|
384x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...