
Manega Kerinci - Pelaksanaan Yasinan rutin pada Jumat pagi di lapangan utama MAN 3 Kerinci kali ini berlangsung berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya mimbar tausiyah diisi oleh guru atau penceramah tamu, kali ini Ketua OSIM, Syakbani, mendapat kesempatan untuk memberikan siraman rohani di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik. Penampilan Syakbani menjadi bukti nyata keberhasilan program penguatan karakter dan kepemimpinan yang dijalankan di madrasah tersebut.

Kegiatan Yasinan diawali dengan pembacaan surat Yasin secara berjamaah. Seluruh warga madrasah mengikuti acara ini dengan khidmat, sementara suasana pagi yang sejuk di lapangan menambah kekhusyukan saat ayat-ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Setelah rangkaian zikir selesai, Syakbani maju ke mimbar dengan percaya diri untuk menyampaikan pesan-pesan religius kepada teman-teman dan para guru.
Dalam tausiyahnya, Syakbani membahas pentingnya adab terhadap guru dan semangat dalam menuntut ilmu. Ia menekankan bahwa keberkahan ilmu sangat bergantung pada sikap hormat seorang siswa kepada gurunya. Dengan gaya penyampaian santun dan bahasa yang mudah dipahami oleh rekan-rekannya, materi yang disampaikan Syakbani mampu menarik perhatian seluruh peserta Yasinan.

Kepala MAN 3 Kerinci, Tistiarni, S.Ag, M.PdI, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan Syakbani. Ia menilai kesempatan bagi siswa tampil di mimbar merupakan bagian dari strategi madrasah untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum sekaligus membekali siswa agar siap menjadi pemimpin di masa depan.
"Saya sangat bangga melihat ananda Syakbani tampil hari ini. Ini membuktikan bahwa siswa MAN 3 Kerinci memiliki potensi luar biasa, tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam pemahaman agama dan keberanian menyampaikan dakwah," ujar Tistiarni seusai acara. Ia berharap akan muncul lebih banyak siswa yang berani menunjukkan bakatnya di depan umum seperti Syakbani.

Program keterlibatan siswa dalam mengisi kultum atau tausiyah direncanakan akan terus dilakukan secara bergilir. Tujuannya adalah mendemokrasikan mimbar dakwah di lingkungan madrasah, sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga aktif menyebarkan kebaikan. Hal ini sejalan dengan visi madrasah untuk melahirkan lulusan yang cerdas dan berakhlak mulia.
Kegiatan Yasinan pada pagi itu ditutup dengan doa bersama dan bersalam-salaman antara siswa dan guru. Keberhasilan Syakbani dalam membawakan tausiyah menjadi perbincangan hangat di kalangan siswa, sekaligus memotivasi siswa lain untuk lebih mendalami ilmu agama agar dapat memperoleh kesempatan serupa pada Jumat berikutnya.
|
342x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...