
Manega Kerinci - Kabupaten Kerinci, yang terletak di kaki Gunung Kerinci, Provinsi Jambi, dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan tradisi yang mewarnai bulan Ramadhan. Suasana Ramadhan di daerah ini terasa hangat dan penuh makna, meski udara pegunungan cenderung dingin. Berbagai tradisi turun-temurun masih dijaga oleh masyarakat, menjadikan bulan suci ini semakin istimewa.
Salah satu tradisi yang menandai datangnya Ramadhan di Kerinci adalah Megang. Tradisi ini dilakukan menjelang hari pertama puasa. Warga berbondong-bondong menuju pasar, seperti Pasar Tanjung Bajure, untuk membeli daging sapi atau kerbau. Daging tersebut kemudian dimasak dan disantap bersama dalam acara kenduri di masjid atau rumah adat. Megang bukan sekadar pesta makan, melainkan juga ajang untuk saling bermaafan dan mempererat tali silaturahmi sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Selain ritual Megang, Ramadhan di Kerinci juga dimeriahkan dengan sajian kuliner khas yang sulit ditemukan di daerah lain. Salah satu yang paling unik adalah Lemang Kantong Semar. Berbeda dengan lemang pada umumnya yang dimasak dalam bambu, lemang ini dimasak menggunakan tumbuhan kantong semar (Nepenthes). Rasanya gurih dengan tekstur yang khas, menjadikannya takjil favorit masyarakat setempat.
Menu lain yang tak kalah istimewa adalah Gulai Ikan Semah. Ikan semah dikenal sebagai ikan "bangsawan" di Kerinci karena keberadaannya yang langka dan rasanya yang lezat. Gulai ikan ini menjadi hidangan utama saat berbuka puasa, memberikan energi setelah seharian berpuasa dengan dagingnya yang lembut dan kuah gulai yang segar.
Untuk minuman, warga Kerinci kerap menyajikan Sebuk Kawo. Minuman ini terbuat dari seduhan daun kopi kering dan biasanya disajikan dalam tempurung kelapa. Aroma khas Sebuk Kawo dipercaya mampu memberikan efek relaksasi, menjadikannya pilihan utama untuk melepas dahaga setelah berbuka.
Memasuki pertengahan Ramadhan, tepatnya pada malam ke-16, sejumlah desa di Kerinci menggelar tradisi Ratib Saman. Ritual ini berupa doa dan zikir bersama yang dilakukan dengan gerakan berdiri dinamis, dikenal juga sebagai Ratib Tegak. Jamaah melantunkan kalimat tahlil secara serempak, menciptakan suasana spiritual yang khidmat dan magis di tengah keheningan malam pegunungan.
Keunikan tradisi Ramadhan di Kabupaten Kerinci menunjukkan bahwa bulan suci ini bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan menjadi momentum untuk merawat kearifan lokal, mempererat hubungan sosial, dan memperdalam nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun.
|
540x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...