
Manega Kerinci - Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kerinci menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan khidmat dan meriah. Acara yang dipusatkan di halaman utama madrasah ini menghadirkan tokoh ulama kharismatik, KH. Jasrial Zakir Oesman, sebagai penceramah utama. Mengusung tema besar mengenai eksistensi Islam di zaman modern, kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh keluarga besar madrasah.
Hadir dalam acara tersebut Kepala MAN 3 Kerinci, jajaran majelis guru, staf tata usaha, serta seluruh siswa-siswi yang tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Kehadiran KH. Jasrial Zakir Oesman memberikan warna tersendiri, mengingat rekam jejak beliau yang dikenal mampu menyampaikan pesan-pesan agama dengan bahasa yang lugas dan relevan dengan kondisi zaman saat ini.
Dalam tausiyahnya, KH. Jasrial Zakir Oesman menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan simbol lompatan teknologi spiritual yang melampaui logika manusia. Beliau menegaskan bahwa Islam adalah agama yang sangat adaptif terhadap perkembangan zaman, asalkan umatnya tetap berpegang teguh pada syariat dan esensi dari perintah salat lima waktu sebagai oleh-oleh utama perjalanan Rasulullah.
Lebih lanjut, beliau membedah tantangan umat Islam di era digital. Beliau mengingatkan para siswa agar tidak tergerus oleh arus modernisasi yang negatif. "Zaman modern menuntut kita untuk cerdas secara intelektual, namun tetap harus memiliki kemudi spiritual yang kuat agar tidak tersesat di tengah hiruk-pikuk dunia maya," ujar beliau di hadapan ratusan hadirin.
Kepala MAN 3 Kerinci dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran sang kiai. Beliau berharap momentum ini dapat meningkatkan kedisiplinan siswa, terutama dalam menjalankan ibadah salat. Menurutnya, pendidikan di madrasah harus mampu mengawinkan nilai-nilai moral tradisional dengan kecakapan modern agar lulusannya siap menghadapi persaingan global.
Suasana semakin khidmat ketika KH. Jasrial Zakir Oesman mengulas pentingnya adab di atas ilmu. Di zaman modern di mana informasi sangat mudah diakses, beliau menekankan bahwa karakter dan akhlak yang mulia menjadi pembeda utama antara seorang pelajar yang beriman dengan mereka yang sekadar mengejar nilai akademik semata.
Para guru dan pegawai yang hadir juga tampak menyimak dengan serius saat penceramah membahas peran pendidik sebagai benteng pertahanan moral di madrasah. Beliau berpesan agar guru tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tetapi juga menanamkan nilai-nilai keteladanan yang bersumber dari perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
Siswa-siswi MAN 3 Kerinci terlihat interaktif selama sesi berlangsung. KH. Jasrial Zakir Oesman sesekali menyelipkan humor segar yang membuat suasana menjadi cair namun tetap sarat akan makna. Beliau memotivasi para siswa untuk menjadi generasi "Z" yang religius, yakni generasi yang melek teknologi namun tetap rendah hati dan taat beribadah.
Di penghujung ceramah, KH. Jasrial Zakir Oesman memimpin doa bersama untuk keberkahan keluarga besar MAN 3 Kerinci. Beliau mendoakan agar madrasah ini terus melahirkan generasi emas yang mampu membawa nama baik daerah dan agama di kancah nasional maupun internasional, dengan tetap menjaga identitas keislaman yang kuat di tengah arus modernitas.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara penceramah dengan kepala madrasah serta para majelis guru. Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi menjadi titik balik bagi seluruh civitas akademika MAN 3 Kerinci untuk terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik sesuai tuntunan agama.
|
397x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...