
Manega Kerinci - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momen penting dalam memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman bangsa. Ajakan ini disampaikan Menag melalui pesan resmi di Jakarta, menyoroti pentingnya refleksi diri yang menjadi inti perayaan Nyepi.
Dalam pesannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa esensi Nyepi, yang berfokus pada perenungan diri atau mulat sarira, sangat relevan dengan upaya menjaga persatuan nasional. Ia menilai, momen hening dan perenungan selama Nyepi dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.
Menag juga menyoroti makna ritual Catur Brata Penyepian yang dijalankan umat Hindu, seperti amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Menurutnya, ritual tersebut bukan hanya sekadar tradisi keagamaan, melainkan juga mengandung pesan universal tentang pentingnya pengendalian diri dan introspeksi.
"Hari Suci Nyepi adalah saat yang tepat untuk kita semua berhenti sejenak dari keriuhan, melakukan refleksi batin, dan membersihkan jiwa. Dari jiwa yang damai, akan lahir tindakan yang menyejukkan bagi sesama," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta. Ia menekankan, ketenangan dan kedamaian yang tercipta selama Nyepi dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
Dalam ajakannya, Menteri Agama menyoroti tiga poin utama. Pertama, pentingnya merawat toleransi dengan menjadikan keberagaman sebagai kekayaan bangsa yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati. Kedua, perlunya membangun harmoni sosial dengan mendorong dialog konstruktif agar tercipta kehidupan yang rukun. Ketiga, ia mengingatkan bahwa stabilitas bangsa berawal dari kemampuan setiap individu untuk mengendalikan diri dan menjaga perilaku.
Menag juga berharap semangat Tahun Baru Saka 1948 dapat membawa perubahan positif bagi karakter bangsa Indonesia. Ia menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung perayaan hari besar keagamaan sebagai sarana mempererat kohesi sosial dan memperkuat persatuan nasional.
"Selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu di Indonesia. Mari kita nyalakan pelita di dalam hati untuk menerangi jalan persaudaraan kita," tutup Nasaruddin Umar. Dengan pesan ini, Menag berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengambil hikmah dari perayaan Nyepi untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman.
|
270x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...